A. Sejarah

Dewan Mahasiswa Justicia atau sering disingkat DEMA Justicia merupakan lembaga kemahasiswaan di lingkup Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang dideklarasikan pada bulan Agustus 2001 di Yogyakarta. DEMA Justicia memiliki fungsi sebagai lembaga eksekutif dan legislatif mahasiswa Fakultas Hukum UGM. DEMA Justicia merupakan transformasi dari dua lembaga kemahasiswaan yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa (SM) yang resmi bubar pada periode tahun 1999-2000.

 

B. Visi

  1. Mewujudkan persatuan dan persaudaraan antar sesama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya;
  2. Menggali, menghayati, mengembangkan, dan mengamalkan ilmu pengetahuan guna mengasah kepekaan sosial dan daya kritis mahasiswa terhadap setiap perubahan sosial dan menyikapi perubahan sosial tersebut;
  3. Pendewasaan dan pembelajaran bagi para pengurus pada khususnya dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada pada umumnya.

 

C. Misi:

  1. Menjadi wadah aspirasi, koordinasi, dan komunikasi antar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada maupun dengan mahasiswa se-Indonesia dan masyarakat pada umumnya;
  2. Menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan maupun hak-hak demokrasi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya;
  3. Menjadi wadah bagi pengembangan ilmu pengetahuan, terutama ilmu hukum, guna mengembangkan diri mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

 

D. Profil

DEMA Justicia dipimpin oleh Ketua DEMA Justicia. Lembaga ini, memiliki peran sebagai Lembaga Otonom (LO) di lingkup lembaga kemahasiswaan di Fakultas Hukum UGM dan memiliki fungsi koordinasi terhadap Lembaga Semi Otonom (LSO). Selain itu, DEMA Justicia memiliki jati diri sebagai lembaga pergerakan (student movement) melalui berbagai kegiatan seperti melakukan kajian, merilis sikap, berdiskusi, advokasi, hingga melakukan aksi sebagai respon terhadap isu yang ada baik di lingkup Fakultas, Universitas, Regional, Nasional, bahkan Internasional. Untuk menunjang kinerja lembaganya, DEMA Justicia memiliki dua Biro dan sembilan Departemen. Dua biro yakni Biro Keuangan dan Biro Kesekretariatan dan departemen terdiri dari Departemen Kajian Strategis dan Kebijakan (Kastrat), Departemen Advokasi, Departemen Aksi dan Propaganda (Akspro), Departemen Olahraga (Dora), Departemen Media dan Informasi (Medinfo), Departemen Hubungan Luar (Hublu), Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Departemen Pengabdian Masyarakat (PM), Departemen Riset dan Keilmuan Hukum (RKH).

Sebagai ikrar dan pengukuhan sebagai Pengurus DEMA Justicia, harus melafalkan tekad dema yang isinya adalah sebagai berikut: “Kami bertekad bahwa degub jantung kami adalah genderang perang melawan kedzaliman. Kami bertekad bahwa merahnya aliran darah kami adalah merahnya panji perjuangan dan bahan bakar menuju pembebasan. Kami bertekad bahwa kepalan tangan kami adalah kepalan yang akan mendobrak tirani. Kami bertekad menjadikan jiwa kami sebagai jiwa keikhlasan bukan jiwa pencari popularitas. Kami bertekad bahwa kecerdasan kami adalah keberpihakan terhadap kebenaran. Sebuah jalan perjuangan yang sunyi telah terbentang dan akan kami lewati dalam nikmat kesyahduan dengan totalitas perjuangan. Karena cinta terhadap sesama dan Tuhan telah menggerakkan jiwa dan tubuh kami sehingga habisnya waktu dan lelahnya tubuh menjadi berarti.”

 

E. Logo

Maksud lambang (Pasal 22 ART Dema Justicia):

  1. Maksud tulisan: menunjukkan nama organisasi;
  2. Maksud gambar: menunjukkan keadaan sosial hukum;
  3. Maksud lingkaran: mewadahi dan menyatukan aspirasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
  4. Maksud warna : menunjukkan identitas Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan melambangkan keberanian dalam organisasi pergerakan